Make A Delicious Ones

Food, Love and Passion

Breaking News

Showing posts with label Gunung Dempo. Show all posts
Showing posts with label Gunung Dempo. Show all posts

Thursday, November 15, 2018

November 15, 2018

Jalan - Jalan Yuk! : Kebun Teh Gunung Dempo, Pagaralam

Kebun Teh Gunung Dempo, Pagaralam


Gunung Dempo merupakan puncak tertinggi di wilayah Sumatera Selatan. Terletak di Kabupaten Pagaralam, yang berjarak sekitar 300 km dari pusat Kota Palembang, atau membutuhkan waktu sekitar 8 jam perjalanan darat, Gunung Dempo menawarkan panorama pemandangan yang indah. Hamparan ladang petani dan hijaunya kebun teh menjadikan Gunung Dempo layaknya bidadari bagi pariwisata Sumatera Selatan.
Dari kejauhan, hamparan hijau kebun teh yang berada di kaki Gunung Dempo sesekali tertutup kabut. Menuju ke lokasi menggunakan akses jalan utama, menghabiskan waktu hanya sekitar 15 menit. Jalan yang berkelok dan terjal tersebut bisa dilalui oleh kendaran roda dua maupun mobil. Pendopo besar menandai puncak kebun teh, dari tempat ini pengunjung bisa melihat Kabupaten Pagaralam dari kejauhan dan melihat kebun teh dari dekat.


Kebun Teh Pagaralam sendiri berada pada ketinggian sekitar 1520 meter di atas permukaan laut. Kebun teh ini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara VII. PTPN VII merupakan perusahaan BUMN yang unit kerjanya terfokus pada agribisnis dan perkebunan. Selain teh, perusahaan BUMN ini juga mengelola perkebunan lain seperti tebu, karet, dan kelapa sawit.
Menurut data yang dilansir website PTPN VII, Kebun Teh Pagaralam memiliki luas puluhan ribu hektar. Volume penjualannya mencapai ribuan ton per tahun, yang trendnya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Setengah hasil Kebun Teh Pagaralam digunakan untuk kebutuhan dalam negeri, sebagian lagi diekspor ke luar negeri. Selain terkenal dengan kopi robusta, Pagaralam juga salah satu penghasil teh unggulan di Indonesia.


Memasuki akhir pekan, Kawasan Puncak Pagaralam ini akan diramaikan oleh para wisatawan, baik yang datang dari wilayah Sumatera Selatan, maupun dari luar daerah. Apalagi di sekitar kaki Gunung Dempo banyak terdapat fasilitas penginapan berupa rumah singgah dan villa yang harga sewanya relatif terjangkau.
Selain itu, di kawasan ini juga ditemui penjual oleh-oleh khas Pagaralam, seperti kopi, teh, hingga figura senjata kudok. Mengunjungi Kebun Teh Pagaralam merupakan salah satu aktivitas liburan yang menyenangkan bersama keluarga. Selain bisa melihat pemandangan yang indah, suasana di kawasan ini juga sangat hening dan udaranya masih sangat sejuk.




November 15, 2018

Jalan - Jalan Yuk! : Tikungan Kekinian Kebun Teh Gunung Dempo, Pagaralam


Tikungan Kekinian Kebun Teh Gunung Dempo, Pagaralam



Tikungan Kekinian berlokasi di kawasan perkebunan Teh Kampung II, jalan menuju objek wisata Tugu Rimau, juga menjadi magnet baru wisatawan, yang berkunjung ke Pagaralam. Di pinggiran jalan memiliki kelokan tajam, wisatawan kerap menyempatkan waktu, untuk sekedar berfoto selfi dan mengabadikan momen berharga.



Monday, April 30, 2018

April 30, 2018

Arti Lambang Kota Pagaralam - Sumatra Selatan

Lambang Kota Pagaralam




Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pagar Alam Nomor 09 Tahun 2003 Tanggal 14 Agustus 2003 tentang Lambang Daerah Kota Pagar Alam berbentuk perisai bergaris kuning emas dan dasarnya merah putih yang melambangkan pemancangan pertama merah putih di Daerah Pagar Alam, yang didalamnya terdapat lukisan-lukisan yang bermakna sebagai berikut :
  1. Padi berjumlah 17 (Tujuh Belas) butir melambangkan Tanggal 17 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia;
  2. Bambu runcing 2 (Dua) buah setiap bambu terdiri dari 4 ruas sehingga berjumlah 8 ruas, melambangkan bulan 8 (Bulan Agustus), bulan Proklamsi Kemerdekaan Republik Indonesia
  3. 5 (Lima) tandan buah kopi, setiap tandan terdiri dari 9 (Sembilan) buah biji, sehingga berjumlah 45 (Empat Puluh Lima) buah biji, melambangkan Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia;
  4. Bambu runcing melambangkan Kota Perjuangan;
  5. Pita warna merah putih pengikat bambu runcing melambangkan eratnya ikatan Persatuan dan Kesatuan rakyat dalam melawan penjajah.
  6. Pita bertuliskan “BESEMAH KOTA PERJUANGAN” terdiri dari 21 (Dua Puluh Satu) huruf melambangkan tanggal berdirinya Kota Pagar Alam sekaligus motto yang mengandung pengertian bahwa perjuangan masyarakat besemah belum selesai dan akan terus berlanjut;
  7. Bangunan gedung berjumlah 6 (Enam) buah, melambangkan bulan 6 (bulan Juni) bulan berdirinya Kota Pagar Alam;
  8. Atap rumah adat besemah berwarna hitam berjumlah 2001, melambangkan Tahun berdirinya Kota Pagar Alam, Penulisan kata “ Pagar Alam” terdiri dari dua suku kata (Pagar Alam);
  9. Tulisan Pagar Alam pada atap rumah adat besemah berwarna putih;
  10. Gunung Dempo merupakan ciri khas geografi Daerah Kota Pagar Alam;
  11. Bangunan Gedung dilembah Gunung Dempo melambangkan Kota;
  12. Latar belakang Gunung Dempo berwarna biru muda, melambangkan daerah perkebunan/pertanian dimana mayoritas masyarakatnya petani;
  13. Petak Warna putih, melambangkan cita-cita luhur dan kesucian;
  14. Petak Warna hijau daun, melambangkan kesuburan tanah.



Sumber : http://www.pagaralamkota.go.id/home/index.php/profil-daerah/arti-lambang


April 30, 2018

Profil Singkat Kota Pagaralam (Sumatra Selatan)

Kota Pagaralam


Kota Pagar Alam adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Selatan yang dibentuk berdasarkan Undang–Undang Nomor 8 Tahun 2001 (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 88, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4115), sebelumnya kota Pagar Alam termasuk kota administratif dalam lingkungan Kabupaten Lahat. Kota ini memiliki luas sekitar 633,66 km² dengan jumlah penduduk 126.181 jiwa dan memiliki kepadatan penduduk sekitar 199 jiwa/km².
Kota ini berjarak sekitar 298 km dari kota Palembang dan juga berjarak sekitar 60 km di sebelah barat daya Kabupaten Lahat. Kota ini sekarang dipimpin oleh dr. Hj. Ida Fitriati, M.Kes., dan Novirzah Djazuli, SE Sebagai wali kota dan wakil wali kota Pagar Alam periode 2013-2018.

Peta Lokasi Kota Pagaralam

Demografi (Data 2015)

Nama kecamatanLuas wilayahJumlah pendudukKepadatan penduduk
Dempo Selatan239,08 km²11.734 jiwa54 jiwa/km²
Dempo Tengah151,96 km²12.850 jiwa74 jiwa/km²
Dempo Utara123,98 km²20.490 jiwa165jiwa/km²
Pagar Alam Selatan63,17 km²47.976 jiwa759 jiwa/km²
Pagar Alam Utara55,47 km²40.812 jiwa736 jiwa/km²
Kota Pagar Alam633,66 km²133.862 jiwa211 jiwa/km²

Geografis

Batas wilayah

Berikut ini adalah perbatasan wilayahnya dengan kabupaten lainnya:
Utarakabupaten Lahat
Selatankabupaten Kaur
Baratkabupaten Lahat dan kabupaten Empat Lawang
Timurkabupaten Lahat dan kabupaten Muara Enim

Keadaan tanah

Sebagian besar keadaan tanah di kota Pagar Alam berasal dari jenis latosol dan andosol dengan bentuk permukaan bergelombang sampai berbukit. Jika dilihat dari kelasnya, tanah di daerah ini pada umumnya adalah tanah yang mengandung kesuburan yang tinggi (kelas I).
Hal ini terbukti dengan daerah kota Pagar Alam yang merupakan penghasil sayur-mayur, buah-buahan, dan merupakan salah satu subterminal agribisnis (STA) di provinsi Sumatera Selatan.

Produk Dalam Daerah

  1. ARPA (Air Pagar Alam) diproduksi oleh PT. Ayek Besemah, merupakan air minum dalam kemasan dan murni dari mata air Gunung Dempo.

Potensi wisata

Kota Pagar Alam mempunyai potensi wisata yang sangat kaya, selain wisata alam, terdapat juga lokasi-lokasi purbakala. Di kota Pagar Alam ini terdapat sedikitnya 33 air terjun dan 26 situs menhir yang sudah tercatat. Objek wisata yang terdapat di kota ini dan belum semuanya dikembangkan adalah:
  • Batu Gong
  • Perkebunan teh Lereng Dempo
  • Sungai Lematang Indah
  • Air Terjun:
    • Curup Embun
    • Curup Mangkok
    • Curup Tujuh Kenangan
  • Arca Manusia Purba (Megalithikum)
  • Ribuan situs megalit
  • Danau:
    • Tebat Gheban
    • Tebat Libagh (Lebar)
  • Rimba Candi
  • Hutan Anggrek

Perkebunan Teh di Lereng Gunung Dempo

Penduduk

Kota Pagar Alam selalau mengalami kenaikan jumlah penduduk yang sangat drastis yang awalnya pada tahun 2000 jumlah penduduknya hanya 112.025 jiwa jumlah itu pun pada sepuluh tahun kemudian berpopulasi lebih kurang 126.363 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,22%. Dikarenakan adanya faktor Transmigrasi yang ingin menetap di kota Pagar Alam.
Penduduk kota Pagar Alam terdiri dari berbagai suku bangsa. Selain penduduk asli (suku Besemah), ada banyak juga suku Jawa, suku Minang, suku Batak, Orang Peranakan, Arab-Indonesia, dan India-Indonesia.
Tahun200020012002200320042005200820102015
Jumlah penduduk112.025Green Arrow Up.svg 112.934Green Arrow Up.svg 113.435Green Arrow Up.svg 113.679Green Arrow Up.svg 113.789Green Arrow Up.svg 114.609Green Arrow Up.svg 116.316Green Arrow Up.svg 126.363Green Arrow Up.svg 133.862
Sumber: Data Statistik Indonesia

Perguruan Tinggi

Swasta

  1. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)
  2. Sekolah Tinggi Keguruan & Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pagar Alam
  3. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Lembah Dempo Pagar Alam

Negeri

Untuk sementara, tidak ada

Tokoh/Putra Daerah

  1. Komjen Pol. (Purn) Susno Duadji mantan Kabareskrim Mabes Polri & Kapolda Jawa Barat.
  2. Drs. H. Mukti Sulaiman sekarang menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
  3. Drs. H. Sukadi Duadji, M.M mantan Wakil Bupati Kabupaten Lahat periode 2008-2013. Merupakan kakak kandung Susno Duadji.
  4. H. Asfan Fikri Sanaf' mantan Direktur Bank Sumselbabel.
  5. Letjen TNI. (Pur) Burhanudin Amin Mantan Pangkostrad.

Bandara Atung Bungsu

Bandara ini terletak di wilayah Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan. Bandara ini telah melayani penerbangan tujuan Pagaralam - Palembang (sebaliknya), Pagaralam - Bengkulu (sebaliknya), dan Pagaralam - Jakarta (sebaliknya) dengan ditopang dua maskapai yang tesmi mengudara yakni Susi Air untuk rute Pagaralam - Palembang (sebaliknya) dan Pagaralam - Bengkulu (sebaliknya) serta Aviastar Untuk Rute Pagaralam - Jakarta dan sebaliknya. Untuk pemesanan tiket pesawat harus dipesan di Dinas Dishupkominfo Kota Pagar Alam.

Bandara Atung Bungsu

Referensi

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pagar_Alam