Make A Delicious Ones

Food, Love and Passion

Breaking News

Showing posts with label Dempo. Show all posts
Showing posts with label Dempo. Show all posts

Sunday, November 11, 2018

November 11, 2018

Jalan - Jalan Yuk! : Dempo Park, Pagaralam, Sumatra Selatan.



Dempo Park

Bisa ditempuh sekitar delapan kilometer dari Pusat Kota Pagar Alam, keberadaan tepatnya ada di Kelurahan Dempo Makmur, Sub-Distrik Pagar Alam Utara. Tempat wisata alternatif ini buka 24 jam setiap harinya. Meskipun begitu, waktu yang paling ramai adalah sore hari mulai pukul 15.00 WIB sampai menjelang maghrib.


Dempo Park




Dempo Park
Kehadiran Taman Dempo ini menambah keindahan Kota Pagar Alam. Dengan latar belakang Gunung Dempo, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke sini. Di sini, udara pegunungannya sangat menyejukan dan banyak taman bermain anak-anak serta tempat-tempat instagramable.


Dempo Park
Kawasan Wisata Dempo Park menambah keindahan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Udara pegunungan dan banyaknya wahana permainan anak serta spot yang instagenic dengan latar Gunung Dempo menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke tempat ini.

Dempo Park
Dempo Park


Tiket masuk ke Dempo Park sebesar Rp. 2.500 per orang. Ada beberapa spot foto yang mengenakan biaya tambahan sebesar Rp. 5.000 per lokasi, seperti spot foto berbentuk hati dengan latar Bukit Barisan.

Dempo Park yang berlokasi di Dempio Makmur, Pagar Alam Utara, dan hanya berjarak sekitar 8 kilometer dari Kota Pagar Alam ini menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan tarif yang relatif murah dan jarak yang tak terlalu jauh dari pusat kota, maka tak heran jika tempat ini sangat ramai dikunjungi.

Dempo Park



Tuesday, May 1, 2018

May 01, 2018

Sejarah : Pagaralam Tempo Dulu

Barang siapa yang mendaki Bukit Barisan dari arah Bengkulu, kemudian menjejakkan kaki di tanah kerajaan Palembang yang begitu luas dan barang siapa yang melangkahkan kakinya dari arah utara Ampat Lawang (negeri empat gerbang) menuju ke dataran Lintang yang indah, sehingga ia mencapai kaki sebelah Barat Gunung Dempo, maka sudah pastilah ia di negeri orang Pasemah. Jika ia berjalan mengelilingi kaki gunung berapi itu, maka akan tibalah ia di sisi timur dataran tinggi yang luas yang menikung agak ke arah Tenggara, dan jika dari situ ia berjalan terus lebih ke arah Timur lagi hingga dataran tinggi itu berakhir pada sederetan pengunungan tempat, dari sisi itu, terbentuk perbatasan alami antara negeri Pasemah yang merdeka dan wilayah kekuasaan Hindia Belanda.
Tulisan diatas adalah tulisan tentang daerah tempat orang - orang Pasemah/ atau yang desebut Besemah/kota Pagaralam saat ini dituliskan oleh JSG Grambreg, seorang pegawai pemerintah Hindia Belanda yang ditulisnya pada tahun 1865.
sejarah pagaralam memang begitu menarik untuk dibahas, mulai dari sejarah terbentuknya kota pagaralam,seni dan budayanya, sampai tentang orang - orang yang berpengaruh dalam budaya Besemah sendiri. kali ini saya tidak membahas tentang sejarah kota pagaralam terlalu dalam melainkan ingin melihat sisi lain kota pagaralam tempo dulu melalui photo - photo yang saya peroleh dari teman -teman di pagaralam dan dari beberapa situs website arsip belanda beberapa hari yang lalu.

Di bawah ini ada beberapa potret pagaralam tempo doeloe :

Jembatan Endikat 1949
Photo diatas adalah jembatan liku endikat di ambil pada tahun 1949 oleh seorang photagrafer belanda. dijelaskan pada situs gahetna.nl belanda, ternyata jembatan endikat sempat putus waktu itu dan di perbaiki lagi seperti terlihat pada photo di atas.



Liku endikat 1910 - 1930
Photo diatas tepatnya di Liku endikat Dusun Mingkik, Kecamatan Dempo Selatan,tepat di atas setelah melewati jembatan endikat. di dalam photo ini ada beberapa orang yang asik berpose di dekat mobil belanda, photo - photo diatas kira- kira di ambil pada tahun 1910 -1950an,kalau teman - teman wisata yang ingin berlibur ke kota pagaralam pasti akan melawati liku endikat ini karana ini jalur utama menjuh kota pagaralam.
Gunung Dempo 1921 Photographs by Christoffel Hendrik Japing
Masjid Agung Pagaralam
Tari Kebagh 1930

Tak heran, kota seluas 633 kilometer persegi ini memang menyimpan banyak potensi wisata sejarah. Di sini, Anda bisa melihat beberapa peninggalan zaman Megalitikum yang ditaksir berumur lebih dari 1.000 tahun. Beberapa tempat untuk menemukan peninggalan tersebut di antaranya areal perkebunan Dusun Atungbungsu, kebun kopi Dusun Cawang Lama, Tegur Wangi lama, Tanjung Aro, dan Mingkik.



Kunjungan Bpk Presiden Suekarno ke pagaralam pada tahun 1952 pada saat itu pagaralam masi tergabung dalam kabupaten Lahat.



Sumber : https://www.facebook.com/Kota-pagar-alam-tempo-dulu-638473846230312/